Kamis, 24 Maret 2016

LUMPIA SEMARANG


Well...ni mbahas makanan yg termasuk bukan makanan murah...makanan khas Semarang ini terkenal lezat. Makanan ini banyak dijumpai di jl. Mataram, jl. Pemuda, jl Pandanaran dan juga di Gang Lombok. Ada dua versi penyajian yang bisa dipilih, lumpia basah dan lumpia goreng. Ada tersedia beberapa Varian isi, ada udang, ayam dan babi. Untuk Varian isi babi hanya terdapat di tempat tertentu. Biasanya yang pangsa pasarnya Muslim, pedagang tidak menyediakan Varian isi babi. Jadi jangan khawatir, pasti tidak akan keliru, karena information tentang kehalalan makanan akan diinformasikan pedagang di depan tokonya. Makanan bukan termasuk murah, karena untuk bisa menikmati satu lumpia saja kita harus merogoh kocek sekitar 13-15 ribu rupiah. Satu besek (kemasan dari bambu) isi 10 lumpia,uang yg dikeluarkan lebih dari seratus ribu. Tapi itu sepadan dengan rasanya yang mak nyuuuus tenan. Kalau pengen agak murah bisa membeli lumpia yg dijual di sepanjang trotoar. Harganya cuma sekitar 9 ribu per lumpia. Tapi harga tak bisa bohong, lumpia yg dijual lebih mahal ...rasanya lebih enak...Penasaran...??? Yuuuuk...cap cuuus ke Semarang.


Makanan khas lumpia pertama kali hadir pada abad ke-19. Lumpia ini menjadi salah satu contoh perpaduan budaya asli Jawa dan Tionghoa yang serasi dalam cita rasa. Adalah Tjoa Thay Joe yang berasal dari Fujian, memutuskan untuk menetap di Semarang dan membuka usaha kuliner khas Tionghoa berupa makanan dengan isi rebung dan daging babi. Lantas bertemu dengan dengan Mbak Wasih, seorang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang hampir serupa, namun dengan rasan yang lebih manis dengan isi kentang juga udang.

Berjalannya waktu, mereka menikah dan kemudian meleburkan usaha kulinernya menjadi satu makanan dengan citarasa baru. Daging babi diganti udang atau ayam, dengan udang dan telurnya yang tidak amis, juga rebungnya yang manis, serta dengan kulit lumpia yang renyah jika digoreng. Mereka berdua menjajakan makanan ini di Olympia Park, pasar malam Belanda pada saat itu. Oleh karena itu jajanan ini akhirnya dikenal dengan nama Lumpia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar